Rugi Rp 5 Miliar, Rizky Febian Laporkan Teddy atas Dugaan Penggelapan dan Pencucian Uang

Penyanyi Rizky Febian polisikan Teddy Pardiyana setelah tak kunjung kembalikan aset asetnya yang dulu dititipkan pada sang mama, Lina Jubaedah. Hal tersebut diketahui dari video yang diunggah di kanal YouTube Cumicumi, Sabtu (27/3/2021). Polemik antara Rizky Febian dan Teddy soal harta warisan Lina hingga kini belum juga usai.

Bahkan, perseteruan keduanya malah memasuki babak baru setelah putra sulung Sule melapor ke polisi. Beberapa waktu lalu melalui kuasa hukumnya, pihak Rizky Febian mengatakan telah membuat laporan. Kemudian Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi Chaniago beri keterangan terkait itu.

Ia menerangkan bahwa Rizky Febian melalui sang kuasa hukum telah melaporkan Teddy ke Polda Jawa Barat. Dalam laporannya, Teddy diduga melakukan penggelapan dan tindak pencucian uang. Semua itu berkaitan dengan sikap suami Lina itu yang tak kunjung menyerahkan aset Rizky Febian.

Kombes Pol Erdi melanjutkan, pelapor yakni Rizky Febian mengalami kerugian dari tindakan yang dilakukan Teddy. "Terkait adanya suatu penggelapan dan tindak pidana pencucian uang." "Yang bersangkutan mengalami kerugian kurang lebih Rp 5 miliar," terang Kombes Pol Erdi.

Lanjut, disampaikan kronologi dari dugaan adanya penggelapan dan pencucian uang Rizky Febian. Yang mana Teddy diduga menggunakan uang yang ada di dalam rekening Lina. Padahal uang tersebut merupakan milik Rizky Febian yang merupakan hasil di awal karier sebagai penyanyi.

"Jadi dia menyampaikan bahwa saudara terlapor ini menggunakan rekening dari almarhum ibunya." "Di mana uang yang ada di dalam rekening ibunya itu berasal dari terlapor, Rizky Febian," tambahnya. Kombes Pol Erdi menegaskan, kasus ini baru akan diselidiki oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar.

Di sana, laporan Rizky Febian akan dipelajari terlebih dahulu terkait kelengkapan berkas hingga unsur pidana. Baru setelah itu pelapor akan dipanggil untuk diminta melakukan klarifikasi. Dalam pemanggilan tersebut, diharapkan kakak Putri Delina ini membawa barang bukti.

Terkait polemik warisan Lina, Putri Delina sempat dituding ingin mengambil semua aset sang mama. Lantaran ketika itu ia dan Teddy sama sama meletakkan surat surat berharga ke sebuah bank di Bandung. Dan kemudian tanpa sepengetahuan dan seizin Teddy, Putri tiba tiba mengambil semua surat.

Lantas pihak Rizky Febian buka suara dan membantah soal tudingan yang disampaikan pada kliennya. Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KH Infotainment, Kamis (25/3/2021). "Kalau aset yang di dalam brankas, yang tadinya Teddy menuduh Putri mengambil tanpa izin itu nggak benar," ungkap pihak Rizky Febian.

Lanjut, ternyata pihak Rizky Febian menemukan kejanggalan pada saat Teddy menyerahkan aset ke Putri. Ia menerangkan bahwa di dalam surat penyerahan terdapat sederet harta kekayaan dikira milik Lina. Namun, setelah diusut, harta harta tersebut secara jelas merupakan milik anak anak Sule dengan mantan istri.

Disampaikan bahwa harta yang diserahkan sebenarnya didapat saat Lina dinikahi sang komedian. "Ternyata Pak Teddy pada saat menyerahkan surat dan perhiasan itu dia ada surat penyerahan." "Nah kok itu beda, itu memang harta harta yang dimiliki anak anak Kang Sule semuanya," bebernya.

Kemudian setelah menikah dengan Teddy, sebetulnya belum diketahui dengan pasti apa aset yang ditinggalkan. "Apakah ada harta yang timbul atau dibeli saat menikah dengan saudara Teddy." "Yang merupakan harta bener bener murni almarhumah dan Teddy," tandas pihak Rizky Febian.

Meski begitu, pihak Rizky Febian sudah bisa mendata beberapa aset peninggalan Lina. Dan yang ketahuan sekarang ini adalah Lina membeli sejumlah aset menggunakan uang putra sulungnya. "Kan ketahuan yang tahu sekarang ini almarhumah beli beberapa aset uangnya uang Rizky Febian," pungkasnya.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *