Investasi di P2P Lending untuk Memaksimalkan Keuntungan

Investasi di P2P Lending untuk Memaksimalkan KeuntunganPeer to Peer Lending adalah instrumen investasi yang relatif baru di Indonesia. Kehadirannya memberikan alternatif investasi bagi masyarakat. Tahun ini, semakin banyak orang yang tertarik untuk mencoba berinvestasi di peer-to-peer lending.

Jika Anda tertarik untuk mencoba berinvestasi di peer-to-peer lending, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Dibawah ini saya akan menjelaskan mengenai tips investasi P2P Lending untuk memaksimalkan keuntungan.

Mengetahui Cara Kerja Investasi P2P Lending

Tips pertama untuk berinvestasi dalam peer-to-peer lending adalah mengetahui cara kerja investasi ini. Peer to Peer Lending adalah platform yang mempertemukan investor (pemberi pinjaman) atau investor dan peminjam (borrower) yang merupakan pelaku UMKM sehingga terjadi proses pinjaman online.

Mengetahui Manfaat dan Risiko Investasi P2P Lending

Setiap jenis investasi memiliki kelebihan dan risikonya masing-masing. Anda perlu mencari tahu mana investasi terbaik untuk Anda dengan mengetahui manfaat dan risikonya.

Berikut keuntungan investasi P2P Lending:

Hasil tinggi

 

P2P Lending menawarkan pengembalian yang tinggi jika dibandingkan dengan saat Anda menyimpan uang Anda di bank. Ketika Anda menyimpan uang di bank, Anda hanya akan mendapatkan bunga sekitar 0,5% hingga 2% per tahun. Sementara itu, investasi P2P Lending memungkinkan Anda memperoleh pengembalian tahunan 15% hingga 25%.

Jika Anda hanya menyimpan uang dalam bentuk tabungan di bank, bunga yang Anda dapatkan lebih kecil dari rata-rata tingkat inflasi di Indonesia. Rata-rata tingkat inflasi di Indonesia mencapai 8% per tahun. Sementara itu, Investasi P2P Lending memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi dari tingkat inflasi rata-rata.

Tenor pendek

Tenor adalah jangka waktu kredit bagi peminjam. Investasi P2P Lending termasuk investasi jangka pendek. Karena tenor yang pendek ini, P2P Lending merupakan investasi jangka pendek yang menguntungkan yang bisa Anda pertimbangkan.

Proses Investasi Mudah dan Cepat

Peer to Peer Lending adalah model investasi berbasis teknologi. Dalam proses mendaftar, berinvestasi dan mendapatkan keuntungan, Anda dapat melakukannya secara online. 

Resiko Investasi P2P Lending: 

Investasi tidak likuid

Investasi P2P Lending merupakan salah satu jenis investasi yang tidak likuid. Anda tidak dapat menarik uang Anda sewaktu-waktu karena ada tenornya.

Peminjam terlambat membayar

Salah satu risiko yang harus Anda hadapi saat berinvestasi di P2P Lending adalah kemungkinan peminjam terlambat mengembalikan uang yang dipinjamnya. Situasi ini juga dikenal sebagai kredit tidak lancar. Jika ini terjadi, Anda tidak akan bisa mendapatkan uang dan bunga tepat waktu sesuai tenor.

Peminjam tidak dapat membayar

Selain risiko peminjam terlambat membayar, ada risiko peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman. Situasi ini disebut default atau kredit macet. Jika ini terjadi, Anda mungkin tidak bisa mendapatkan pokok dan bunga yang seharusnya Anda dapatkan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memilih peluang pendanaan dengan asuransi, agar uang Anda bisa kembali.

Memilih P2P Lending yang Legal

Bagaimana Anda tahu jika perusahaan fintech P2P Lending itu legal? 

Membaca Lembar Fakta

Sebelum mendanai peluang pendanaan UMKM, Anda harus membaca fact sheet masing-masing perusahaan. Factsheet adalah laporan keuangan pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman ke P2P Lending.

Melalui fact sheet, Anda dapat mengetahui bidang usaha perusahaan dan jumlah karyawan. Anda juga dapat mengetahui keuntungan perusahaan dan riwayat pinjaman. Berdasarkan lembar fakta ini, Anda dapat menentukan apakah Anda ingin menginvestasikan uang Anda sebagai pinjaman modal usaha bagi perusahaan.

Melakukan Diversifikasi

Di platform P2P Lending akan ada banyak pilihan pendanaan. Oleh karena itu, tips investasi terakhir di P2P Lending adalah melakukan diversifikasi. Strategi diversifikasi adalah strategi dalam berinvestasi yang dilakukan dengan cara menyebarkan modal ke beberapa instrumen investasi. Modal yang Anda miliki, jangan hanya ditaruh dalam satu peluang pendanaan.

Strategi diversifikasi ini penting untuk meminimalkan risiko berinvestasi di P2P Lending. Jika Anda menempatkan semua modal Anda dalam satu peluang pendanaan, Anda harus siap menghadapi risiko peminjam mengembalikan uangnya terlambat atau gagal membayar. Jika demikian, semua modal Anda akan hilang dan Anda akan kehilangan uang.

Risiko ini dapat diminimalkan jika Anda melakukan diversifikasi. Misalkan Anda menyebarkan modal Anda dalam 10 peluang pendanaan. Jika satu peminjam gagal bayar, Anda tidak akan kehilangan semua uang Anda. 

Demikian pembahasan mengenai Investasi P2P Lending, semoga artikel ini bermanfaat. 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.