Cerita Haru Dibalik Viralnya Foto Kakek 89 Tahun Terbaring Lemas di Kasur Rumah Sakit

Foto seorang kakek yang terbaring lemas di atas kasur rumah sakit viral di media sosial. Gambar tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @gossipnesia sekitar dua hari lalu. Hingga Minggu (22/11/2020), foto tersebut sudah disukai lebih dari 12 ribu kali dan mengundang simpati sejumlah warganet lainnya.

Akun @gossipnesia menuliskan keterangan sebagai berikut: "from @gerryprayudi Mbah Sujono (89) adalah seorang kakek tua penjaga makam Sasono Mukti Salatiga yang hidup sebatang kara. Beliau tinggal di sebuah rumah dengan atap seng dan dinding triplek persis di ujung kuburan Kesehariannya menjadi pembersih makam dan mendapatkan rejeki dari para peziarah yang datang ke makam. Mbah Jono tinggal sendirian disana sudah sekitar 25 tahun. Dulu pernah bekerja sebagai penjaga WC di pasar dekat makam Jumat 13 November 2020 kemarin mbah Jono dibawa ke Rumah Sakit Salatiga oleh mas Ardian (salah satu relawan ACT) karena sakit dan kondisinya memprihatinkan. Kemarin aku dikabarin mas Ardian langsung mampir ke Rumah Sakit. Mbah Jono ini gak mau makan kalo bukan mas Ardian yang nyuapin, itupun dibujuk biar segera bisa pulang merawat ayam ayam milik mbah Jono di kuburan. Setiap hari selalu tanya ayamnya sudah diberi makan atau belum, mas Ardian pun dengan sabar selalu merawat mbah Jono dan ayam ayam nya Untuk saat ini Mbah Jono butuh bantuan popok, makanan sehat dan tempat tinggal yang layak nanti kalau sudah keluar di rumah sakit. Mengingat rumahnya hanya gubuk reyot dan di tempat tidurnya tak ada tembok. Mari bantu kehidupan mbah Jono agar lebih baik lagi. Semua donasi yg terkumpul nanti di salurkan ke mas @ardian_kurniawan_santoso Mohon doanya juga agar mas Ardian sehat selalu dan dilancarkan rejekinya kalau mau donasi bisa langsung ke mas Ardian Bca 0131114299 An Ardian Kurniawan Santoso Dan wajib konfirmasi ke 085742475226 (wa)."

Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ardian Kurniawan Santoso, mengatakan Mbah Jono sudah 9 hari mendapatkan perawatan di RSUD Kota Salatiga. Ardian melanjutkan ceritanya, sehari hari Mbah Jono tinggal di kompleks Makam Sasono Mukti atau belakang Pasar Rejosari, Kota Salatiga. Di lokasi tersebut ia tinggal sendirian tanpa sanak keluarga.

Mbah Jono mendirikan bangunan sederhana terbuat dari triplek dan seng di lokasi pemakaman tersebut untuk tempat ia tidur dan berteduh. Sedangkan untuk kebutuhan hidup, ia mengandalkan pemberian dari orang lain. "Jika ada yang berziarah, kadang beliau dikasih. Sekitar 25 tahun beliau tinggal di situ," ucap Ardian.

Ardian menambahkan, ada rencana memindahkan Mbah Jono ke Dinas Sosial Kota Salatiga. Namun, ia menolaknya dengan satu alasan. "Saya bujuk, beliau tidak mau. Kata beliau, ' mati urip aku tetep neng makam kene '. (Hidup matiku aku ingin tetap di makam ini)," kata Ardian.

Oleh karena itu, rencana setelah Mbah Jono sembuh akan ada perbaikan tempat tinggalnya. Seperti membuat lebih permanen dan menyediakan kasur untuk alas tempat tidur. Terakhir, Ardian juga mengajak berbagai pihak turut mendoakan dan membantu Mbah Jono.

"Untuk donasi bisa langsung datang ke lokasi atau dengan menghubungi saya," tandas dia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *