Bos Kecil Sering Rewel? Bisa Jadi Inilah Penyebabnya

Kehadiran buah hati di tengah keluarga memang bikin suasana lebih ceria. Menariknya, alih-alih menjadi anak, si Kecil bisa berubah menjadi seorang bos kecil yang kemauannya harus dituruti terutama kalau sedang rewel. Ada banyak hal yang bisa memicu bayi jadi gampang menangis apalagi di malam hari. 

Alasan utamanya sebenarnya adalah dia masih dalam masa beradaptasi dengan lingkungannya [1,2]. Bayangkan saja, saat berada di rahim ibu suasana terasa begitu damai dan menenangkan. Dan ketika terlahir di dunia ada banyak hal yang asing buatnya mulai dari suara hingga perubahan pada tubuhnya sendiri. [1]

Jangan panik ketika bos kecil rewel ya, Ma. Kepanikan yang dirasakan orang terdekatnya justru membuat bayi lebih kalut dan gelisah sehingga tangisnya lebih lama berhenti [2,3]. Saat dia rewel, coba deh perhatikan. Mungkin salah satu faktor di bawah ini adalah penyebabnya.

  • Lapar [1,2,3]

Alasan paling umum dari bayi yang tiba-tiba rewel adalah ketika sedang lapar. Biasanya, bayi yang kelaparan akan menunjukkan tanda-tanda seperti tangis yang melengking dan juga reaktif terhadap apapun yang ada di sekitar pipi dan mulutnya. Beberapa bayi bahkan seperti mengisap jempolnya saat rewel karena lapar. Nah, jika melihat tanda-tanda ini maka sebaiknya segera berikan ASI secara langsung atau ASIP dalam botol agar perutnya kenyang dan bos kecil kembali tenang.

  • Gerah [1,2]

Bukan rahasia lagi kalau bayi memiliki kulit yang super peka terhadap perubahan suhu di sekitarnya, apalagi jika hari sedang gerah. Suhu lingkungan yang sedang tinggi membuat buah hati menjadi kegerahan dan berkeringat. Kondisi kulit yang lembab seperti ini bisa memicu rasa tidak nyaman apalagi jika bos kecil memiliki alergi atau mudah mengalami ruam. 

Umumnya, si Kecil yang kepanasan akan menggosok-gosok bagian lehernya sambil menangis dan nampak berkeringat di bagian kepalanya yang ditunjukkan dengan titik-titik kecil air. Kalau sudah begini, Mama bisa menenangkannya dengan cara mengganti bajunya dengan bahan yang lebih tipis dan menyerap keringat. Menyalakan AC atau kipas angin bisa dilakukan asalkan tidak terlalu kencang yang bisa membuatnya terganggu.

  • Capek [1,2,3]

Sama seperti orang dewasa yang gampang marah ketika lelah, bayi pun juga merasakan emosi yang sama. Misalnya saja ketika di rumah sedang banyak tamu karena aqiqah atau ulang tahun buah hati, hiruk pikuk di sekitarnya ditambah interaksi dengan sanak saudara bisa membuatnya kehabisan tenaga. Ingat bahwa di bulan-bulan awal kehadirannya di dunia bos kecil memang seharusnya banyak tidur untuk memaksimalkan perkembangannya. Makanya, saat jam tidurnya terganggu otomatis dia merasa lelah.

Buah hati yang merasa capek akan menunjukkan tanda seperti menangis dengan gusar dan tidak tenang. Jika sudah begini, ada baiknya untuk undur diri sejenak dan membawa si Kecil ke kamar untuk sekedar bersantai atau bahkan mengajaknya tidur. Tidak ada yang akan menyalahkan bayi yang “menghilang” di tengah acara kok, Ma. Ini adalah hal yang wajar.

  • Merasa takut [3]

Rasa takut juga sudah dimiliki oleh bayi, lho. Ketakutan yang dia rasakan bisa karena jauh dari orang tuanya, bertemu dengan orang yang dia tidak kenal sampai takut akan gelap. Kalau orang dewasa bisa kabur atau berlari saat takut, bayi hanya bisa menangis karena ini satu-satunya bahasa yang dia punya. Bayi yang takut umumnya akan menangis tersedu-sedu dengan gelisah. Anda bisa menenangkannya dengan menimang dan menyanyikan lagu yang disukainya.

Bagaimanapun juga, bertemu dengan ibu atau siapapun yang dia kenal dan banyak menghabiskan waktu setiap harinya akan membuat anak merasa lebih nyaman. Dengan begini, ketakutan yang dirasakannya dapat memudar perlahan dan akhirnya bos kecil kembali tertawa.

  • Popok penuh [1,2,3]

Penyebab terakhir yang membuat si Kecil rewel adalah popok yang sudah kotor atau penuh. Hal ini kelihatannya sepele, namun seringkali dilupakan oleh orang tua. Seperti halnya orang dewasa, bayi juga bisa lho, merasa jijik saat ada kotoran yang menempel di kulitnya. Bukan hanya rasa jijik, terlalu lama bersentuhan dengan popok basah akan memicu timbulnya iritasi kulit berupa ruam kemerahan yang terasa gatal dan perih.

Bayi yang sudah terkena ruam akan lebih mudah menangis. Maka dari itu, pastikan untuk mengganti popoknya secara teratur tanpa harus menunggunya penuh misalnya setiap 2-3 jam sekali. Jangan lupa untuk mengoleskan krim ruam dengan kandungan bahan alami untuk membantu meringankan gejala ruam sekaligus melindungi kulitnya dari gesekan dengan popok.

Salep ruam ini dapat digunakan setiap hari sehabis si Kecil mandi atau berganti popok. Gunakanlah secara teratur agar kulit bayi yang sensitif lebih kuat dan terlindungi dari ruam yang membuatnya gampang rewel. Kalau bos kecil senang, Mamapun ikut riang.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.